Dhani Rahadi ngeblog..!!

Just for fun and share…!!

Puisi Chairil Anwar

PENERIMAAN

Kalau kau mau kuterima kau kembali

Dengan sepenuh hati

Aku masih tetap sendiri

Kutahu kau bukan yang dulu lagi

Bak kembang sari sudah terbagi

Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani

Kalau kau mau kuterima kembali

Untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.

Karya : Chairil Anwar

Maret 1943

Sumber : http://sinarcerah.wordpress.com/kumpulan-puisi-penyair-terkenal-indonesia/

Analisa / Pendapat saya tentang puisi di atas :

Puisi karya Chairil Anwar di atas merupakan salah satu puisi karyanya yang cukup dikenal oleh banyak orang karena menceritakan tentang kehidupan cinta seseorang yang pernah kecewa terhadap pasangan yang sangat dicintainya. Namun karena begitu besar cintanya terhadap pasangannya itu, ia rela menerimanya kembali walaupun sakit hati dan kekecewaan itu masih ada, karena ia tahu bahwa orang yang dulu pernah mengecewakannya itu telah berubah. Maka ia membuat satu syarat yaitu bahwa ia mau menerima pasangannya itu apabila mereka berdua bisa saling setia dan tidak mendua hati lagi. Hal ini terungkap melalui kalimat “Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.”

Oleh sebab itu, marilah kita berusaha untuk senantiasa belajar untuk menjaga hati dan perasaan orang-orang yang ada di sekitar kita termasuk orang yang baru kita kenal sekalipun. Sebab tidak semua orang bisa menerima kembali orang yang telah mendua hati. Namun apabila kita semua bisa saling menjaga hati dan perasaan orang lain maka akan terwujud kehidupan yang nyaman dan sejahtera.

April 25, 2010 - Posted by | Tugas

1 Comment »

  1. Chairil Anwar seorang yang jenius, aku salah satu pengagum beratnya.
    menurut analisaku yang masih ketek ini tentang puisi diatas.
    chairil anwar mencoba tuk menerima cinta orang yg memang dicintainya dengan iklas, meski sang gadis tidaklah murni lagi (“Bak kembang sari sudah terbagi”). bila saja orang yang dicintainya itu berani mengatakannya niatnya (“Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani”) (“Kalau kau mau kuterima kembali”)dan tidak membagi cintanya kembali untuk yang lain (“Untukku sendiri tapi”)karna chairil anwar sendiri engggan berbagi bahkan kepada dirinya sendiri (“Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.”)

    Comment by deni | September 5, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: